Selasa, 01 November 2011

Mengerti Kode Aki

Aki (baterry) memang menjadi komponen sentral pada kendaraan. Si kotak ajaib mampu menggerakan kebutuhan pasokan listrik di mobil. Wajar, kalau aki menjadi masuk dalam daftar belanja wajib bagi si empunya kendaraan. Setidaknya setiap 1 hingga 2 tahun, daftar belanja aki kendaran masuk dalam bujet.

Tidak terkecuali Anda. Hanya saja, saat hendak mengganti aki baru, Anda mesti teliti sebelum membeli. Bukan lantaran aki tidak sesuai spesifikasi atau palsu sama sekali.

Kami tidak membahas hal itu. Akan tetapi lebih dari itu, berkenaan dengan performa aki itu sendiri. Idealnya, mulai dari spesifikasi hingga performa aki maksimal saat penggantian aki baru.

Bukan apa-apa, kerap konsumen alpa berkaitan dengan performa aki yang tidak maksimal. Padahal, saat membeli, aki tersebut terbilang “baru” dan toko onderdil pula.

“Voltase ideal aki, terutama Maintenance Free 12,8 Volt. Sementara suhu penyimpanan mempengaruhi performa aki secara gradual. Manejemen penyimpanan dealer/toko menjadi penting agar aki tetap prima,” tukas Hadi, General Manager Aki Massiv.

Sementara langkah preventif lainnya, Anda mesti mengerti arti kode dalam aki yang bersangkutan. Kode inilah menjadi acuan konsumen untuk melihat penanggalan produksi aki bersangkutan.

Caranya, dengan mengerti arti kode produksi pada aki di luar masalah teknis tentunya. Biasanya, kode produksi melekat pada bodi aki ataupun pada kemasannya.




KODE PRODUKSI
Bukan sekadar angka dan huruf semata yang melekat pada bodi aki. Kombinasi ini punya arti dan Anda, sebagai konsumen bisa melihat ini untuk bahan pertimbangan membeli unit tersebut atau tidak.

“Aki produksi lokal, sebagian besar mencantumkan kode produksi. Informasi ini bisa digunakan untuk melihat performa aktual,” tukas Hadi.

Terlepas dari merek atau pabrikan, kode produksi cukup bisa membantu, untuk menilai “performa” optimal aki sedari awal. Umumnya, kode aki ini memuat unsur penanggalan (bulan atau tahun), shift, dan kode perusahaan.


tabel data dapat dlihat disini klik

Voltase Turun, Harus di-Charge Lagi
Idealnya, produksi relatif baru menjadi pilihan, Namun, bagaimana bila akinya relatif produksi lawas? Maklum, semakin tinggi temperaturnya, kian cepat penurunan performa aki saat penyimpanan di toko, terutama untuk Maintenance Free.

Ilustrasinya, bila aki MF tersimpan selama setahun di dealer (toko), voltase-nya menurun hingga 12,35 Volt. Lalu apa yang salah? Tidak perlu risau dalam hal ini.

“Bila kasusnya seperti ini, pihak dealer atau toko bakal men-charge kembali hingga aki tersebut mencapai performa ideal, 12,8 Volt,” tukas Muksin, Operational Department Head Fast Pancoran.

selengkapnya: klik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar